Kumpulan Tips Cantik Alami Perawatan Wajah Tradisional Tips Sehat Pewarna Rambut Cat Rambut Halal Model Rambut Terbaru

SIKLUS HAID MENSTRUASI WANITA BAGI KESEHATAN Resiko dan Kebiasaan Menstruasi

SIKLUS HAID MENSTRUASI WANITA BAGI KESEHATAN Resiko dan Kebiasaan Menstruasi. Menstruasi atau haid pasti dialami wanita tiap bulannya, meskipun lama dan siklus menstruasi berbeda-beda bagi tiap orang. Dalam keseharian, haid pun bisa berkaitan dengan kondisi kesehatan para kaum hawa lho.
SIKLUS HAID MENSTRUASI WANITA BAGI KESEHATAN

Menurut penelitian terbaru American Heart Association, wanita yang mulai haid di usia 10 tahun atau lebih muda, serta di usia 17 tahun atau lebih berisiko tinggi terkena sakit jantung, stroke, dan komplikasi akibat darah tinggi.

"Jika dalam beberapa waktu siklus dan kebiasaan menstruasi Anda berubah, penting untuk mempertimbangkan bahwa ada yang tidak beres dengan kesehatan Anda," tutur dokter kandungan dan kebidanan Alyssa Dweck, MD sekaligus penulis 'V for Vagina'.

Dirangkum pada Selasa (6/1/2015) berikut ini beberapa kondisi kesehatan yang bisa dilihat salah satunya melalui siklus menstruasi wanita:

1. Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)

Suzanne Kavic, MD, direktur Reproductive Endocrinology di Loyola University Health System mengatakan, tidak teraturnya siklus haid juga bisa menjadi indikasi Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS). Maka dari itu Kavic sangat menyarankan wanita yang kerap memiliki siklus haid tidak teratur untuk memeriksakan keadaannya.

"PCOS yang terdeteksi sejak dini bisa ditangani untuk meminimalkan dampaknya. Misalnya dengan kombinasi olahraga, modifikasi diet dan obat. Kadang, terapi hormon juga diberikan untuk membuat siklus haid lebih teratur," tutur Kavic.

2. Anemia

Jika menstruasi yang dialami cenderung mengeluarkan aliran darah yang cukup deras dan banyak, menurut Dweck hal ini bisa menjadi salah satu gejala anemia yang Anda alami. Apalagi, jika selama masa haid, disertai rasa pusing, lesu, dan sakit kepala.

"Segeralah berkonsultasi dengan dokter karena hal ini bisa menyebabkan Anda kekurangan zat besi. Biasanya, dokter akan memberikan suplemen penambah darah," tutur Dweck.

3. Gangguan makan

Tidak teraturnya menstruasi terutama pada wanita yang belum menikah dikatakan dr Hari Nugroho SpOG karena ketidakseimbangan hormon. Nah, ada beberapa hal yang membuat hormon tidak seimbang sehingga menstruasi menjadi tidak teratur bisa karena stres, kegemukan, terlalu kurus dan kurang matangnya jalur hormonal dari otak ke indung telur.

Jika tidak teraturnya siklus haid disertai dengan menurunnya berat badan secara drastis, olahraga berlebih, dan BMI rendah, bisa jadi Anda mengalami gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia.

4. Penyakit tiroid

Bagaimanapun, menstruasi dipengaruhi oleh hormon yang regulasi dan produksinya juga berhubungan dengan tiroid. Maka dari itu, ketika darah haid tiba-tiba terlalu deras atau sangat jarang di suatu waktu, tak ada salahnya jika Anda memastikan apakah tidak ada gangguan pada tiroid.

5. Tumor di kelenjar pituitari

Tidak haid pada wanita menikah bisa menjadi tanda kehamilan. Namun, jika keadaan ini dibarengi dengan perubahan pada payudara dan sakit kepala, Dweck menyarankan untuk segera ke dokter guna memastikan apakah Anda terkena tumor jinak di kelenjar pituitari.

Menurut Dweck, tumor ini umumnya dialami oleh mereka yang sudah berusia lanjut. Tetapi, tidak menutup kemungkinan jika wanita berusia muda pun mengalami kondisi ini.

6. Kanker rahim

Salah satu gejala umum kanker rahim yakni menstruasi yang tidak teratur, ada perdarahan sesudah menopause, atau perdarahan di sela-sela masa haid. Ditambahkan Dweck, nyeri saat berhubungan intim juga bisa menjadi tanda kondisi ini.

"Bisa jadi tanda-tanda itu mengindikasikan masalah yang tidak terlalu parah, tapi akan lebih baik jika Anda memeriksakan diri segera," kata Dweck.


0 Komentar untuk "SIKLUS HAID MENSTRUASI WANITA BAGI KESEHATAN Resiko dan Kebiasaan Menstruasi"

Back To Top